indojournal88.blogspot.com Berita Fakta Lugas Terpercaya

Temukan Emas, Mayat Bayi Hingga Makan Sebelum Basi

7.000 Ton sampah warga Ibu Kota setiap harinya dibuang ke TPST Bantargebang, Bekasi setiap harinya. Berbagai macam sampah dapat ditemukan di sana. Para pemulung yang kemudian memilahnya untuk dicari nilai ekonomis setiap sampah.

Cerita Nelayan Panjang Selamatkan 24 Penumpang Perahu Terbalik

Perahu berpenumpang 24 orang terbalik di perairan Panjang, Minggu (1/1/2017). Satu penumpang tewas dan lainnya berhasil diselamatkan.

Digemari Orang Indonesia, 7 Makanan Ini Justru Dibenci Para Bule

Indonesia memiliki berbagai jenis makanan yang kaya akan berbagai macam rasa. Sebagai penghasil rempah-rempah citra rasa makanan indonesia memang sangat kuat berbeda dengan di luar negeri terutama Eropa.

Pemerintah Blokir Lagi 11 Situs Web, Ini Respons Pegiat Internet

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dilaporkan telah memblokir sebelas situs web yang dianggap menyebarkan konten ilegal menurut UU ITE. Pemblokiran itu diketahui lewat pengumuman yang ditujukan kepada ISP (Internet Service Provider, Penyelenggara Jasa Internet) pada Jumat, 30 Desember 2016 lalu.

Kenaikan Tarif STNK Untuk Perbaikan Layanan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan tarif pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dilakukan untuk memperbaiki pelayanan surat perizinan yang dilakukan Kepolisian kepada masyarakat.

Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts
Showing posts with label KESEHATAN. Show all posts

Apakah Vape Bisa Menyebabkan Ketagihan Juga?


Rokok elektrik alias vape didesain dengan tujuan agar lama-kelamaan orang akan berhenti merokok. Vape berbeda dengan rokok biasa yang menggunakan tembakau. Orang-orang pun mulai beralih pada vape yang katanya lebih baik, alasannya vape dibuat sedekian rupa agar asap yang dikeluarkan tidak menimbulkan polusi sehingga aman untuk tubuh. Tapi benarkah seperti itu?
Vape memang tidak memakai tembakau, tapi tahukah Anda bahwa nikotin tetap ada dalam cairan vape? Listrik dibutuhkan untuk mengalirkan nikotin dalam bentuk aerosol. Hmm, kalau begitu, vape menyebabkan kecanduan juga tidak ya?
Apakah vape menyebabkan kecanduan?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, rokok elektrik juga mengandung nikotin. Kita sering mendengar bahwa nikotin merupakan zat adiktif. Artinya zat ini dapat menyebabkan ketergantungan. Nikotin dapat membentuk seberapa besar tingkat ketergantungan pada tubuh kita, sehingga Anda akan kesulitan untuk menguranginya. Inilah salah satu penyebab Anda kesulitan untuk berhenti merokok. Penyebab lainnya adalah tubuh Anda akan menunjukkan gejala fisik saat Anda berhenti mengonsumsinya, contohnya seperti mual, pusing, dan batuk.
Para pengguna vape atau rokok elektrik tetap berpotensial terhadap ketergantungan sebab tabung dengan tegangan tinggi pada vape dapat mengalirkan nikotin dalam jumlah besar ke dalam tubuh. Bahkan beberapa sumber berpendapat bahwa Anda lebih rentan menyerap banyak nikotin saat vaping.
Berdasarkan American Lung Association, kebanyakan orang dewasa mulai merokok pada usia 18 tahun bahkan lebih muda. Hal ini juga yang menyebabkan kecanduan semakin kuat. Lah, mengapa bisa begitu? Ada fakta yang menyebutkan bahwa jika Anda mulai mengonsumsi nikotin pada usia yang sangat muda, kemungkinan kecanduan Anda akan semakin kuat.
Dengan kata lain, tingkat ketergantungan yang telah terbentuk di dalam tubuh sudah cukup besar, sehingga setiap hari Anda akan menginginkannya lagi dan lagi. Menurut K. Vendrell Rankin, pimpinan Texas A&M University Baylor College of Dentistry’s Tobacco Treatment Services, setiap orang memiliki reseptor nikotin di dalam otak, sehingga ketika Anda mulai merokok atau vaping, reseptor ini akan memberikan respon peningkatan kebutuhan akan nikotin. Jadi, saat Anda berhenti merokok atau vaping, reseptor itu tidak akan ikut menghilang juga.
Meskipun vaping bebas dari tembakau, nikotin tetap cepat meningkatkan ketergantungan. Hal ini disebabkan karena nikotin dalam bentuk apa pun dapat memicu melepaskan neurotransmitter seperti adrenalin dan dopamine, yang memiliki dampak pada sistem tubuh. Dopamine yang mempengaruhi otak dapat menyebabkan ingin nikotin lebih banyak lagi. Studi Harvard yang dikutip oleh situs Medical Daily mengungkapkan bahwa ada zat lain yang juga aditif. Hmm apakah itu? Pyrazine juga dapat memperkuat kualitas nikotin. Zat tersebut juga ditemukan pada rokok elektrik.
Bagaimana dengan bahan perasa pada cairan vape?
Pyrazine juga dideskripsikan sebagai perpaduan antara perasa dan aroma asap tembakau. Meskipun produsen cairan vape mungkin merahasiakan resep perasa tersebut, rokok elektrik mengandung beberapa zat aditif pada rokok biasa. Perasa tambahan itu digunakan sebagai ‘pemanis’ dari bermain uap vape.
Sebetulnya cukup aman menggunakan bahan perasa tersebut, tapi hal ini menimbulkan kekeliruan. Aman untuk dimakan bukan berarti aman untuk dihirup. Food and Drug Administration di Amerika Serikat memperingatkan risiko kesehatan publik akibat vaping. Tentu orang dewasa legal menggunakan vape, namun tidak dengan anak kecil. Memang belum ada yang mengungkapkan bahwa bahan perasa tersebut menyebabkan ketergantungan, namun salah satu bahan yang bernama diacetyl dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang serius.
Apakah benar vape dapat membantu Anda berhenti merokok?
Memang klaimnya seperti itu, rokok elektrik dibuat agar perlahan orang akan terbiasa untuk tidak merokok. Namun dengan adanya nikotin di dalam cairan perasa, rasanya cukup sulit juga mempercayainya. Bahkan menurut FDA’s Center for Drug Evaluation and Research, rokok elektrik bukan metode yang aman bagi para perokok yang ingin berhenti merokok. Bahkan pengguna vape yang juga perokok tetap merokok tembakau, meskipun ia juga menggunakan vape.
Nikotin yang berlebihan masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan keracunan. Dalam kasus keracunan yang parah, perokok atau pengguna vape dapat mengalami kejang dan depresi pernapasan. Risiko kematian pun tetap ada saat Anda telah mengonsumsi nikotin di atas batas wajar. Sekitar 30 hingga 60 mg nikotin dapat membunuh orang dewasa. Apakah Anda masih ingin vaping atau merokok?

Parah, Obat Basi dari TPS Bantargebang Didaur Ulang Lalu Dijual


Jajaran Reskrim Polres Metro Bekasi Kota mengungkap peredaran obat kedaluwarsa di wilayah setempat. Ironisnya, obat-obatan tersebut dikumpulkan dari tempat pembuangan sampah Bantargebang lalu didaur ulang untuk didistribusikan kembali ke toko obat.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Dedi Supriyadi mengatakan, dalam kasus itu polisi menangkap satu orang berinisial JU. Selain itu, pihaknya juga menyita ribuan obat berbagai merek kedaluwarsa.
"Pengungkapan berdasarkan informasi dari masyarakat," kata Dedi, Kamis (22/12).
Awalnya, kata dia, warga di Kecamatan Bantargebang mendapati sejumlah pemulung mengumpulkan obat-obatan yang sudah kedaluwarsa. Dari informasi itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan.
"Di sana kami berhasil mendapat identitas pelaku, yaitu JU. Tak lama berselang, yang bersangkutan kami tangkap," katanya.
Dari hasil pemeriksaan, kata dia, obat-obatan kedaluwarsa itu usai dikumpulkan, obat itu dibersihkan lalu dibungkus rapi dan dicap ulang dengan alat yang didapat dari tukang jasa pembuat stempel.
"Obat-obatan basi itu dipisahkan sesuai dengan jenisnya, lalu dijual ke warung kelontong maupun toko obat di Pramuka, Jakarta Timur," katanya.
Menurut dia, pelaku sudah setahun menjalankan praktik haramnya tersebut. Yaitu dengan cara jual beli dari pemulung di TPST Bantargebang, lalu dijual kembali ke toko obat.
"Kami masih melakukan pendalaman terkait kasus ini," katanya.
Kini tersangka mendekam di sel tahanan Polres Metro Bekasi Kota. Dijerat dengan pasal pasal 196 jo pasal 98 UU nomor 36 tahun 2009 dan nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Ancaman kurungan 10 tahun penjara.

Inilah Bentuk Ekstasi Kartun Minions Hebohkan Warga Depok

Satuan Narkoba Polresta Depok mengungkapekstasi jenis baru. Bentuknya menyerupai tokoh kartun minions. Pengedar menyasar pengunjung tempat hiburan malam di Bogor dan Jakarta.
Menurut Kasat Narkoba Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana, bandar narkoba sengaja membentuk ekstasi sejenis ini supaya petugas tidak curiga ketika barang ini diselundupkan ke Indonesia.
"Ekstasi ini berasal dari Belanda. Sengaja dibuat untuk mengelabuhi petugas. Besar kemungkinan diselundupkan dari laut," kata Putu kepada Liputan6.com, Kamis 15 Desember 2016.
Ekstasi berbentuk minions disita polisi dari tangan Iswanto, (34) alias Ismed warga Kampung Sawah, Cilodong, Kota Depok. Putu mengatakan, mulanya polisi sempat terkecoh dengan narkoba milik Ismed. Sebab, saat dilakukan pengeledahan polisi tidak menemukan sabu maupun ekstasi.
Hanya ditemukan 23 butir obat seperti vitamin anak-anak yang tersimpan di dalam lemari. Namun, setelah dilakukan pengujian laboratorium obat yang dikira vitamin itu mengandung metilen dioksi metil amphetamin alias senyawa MDMA yang lazim di narkotika jenis ekstasi.
"Kadar ekstasi jenis relatif lebih tinggi dari ekstasi biasa. Bila biasanya hanya mengandung MDM 100 miligram. Tapi yang ini dalam satu butir bisa mengandung MDMA kurang lebih 160 hingga 180 miligram. Efeknya bisa 2-3 hari," ucap Putu.
Menurut dia, secara kasat mata masyarakat akan sulit membedakan antara ekstasi jenis ini dengan multi vitamin. Namun, pada umumnya ekstasi berbentuk minions ini memiliki ciri kuning-biru.

"Paling atas kuning dan bawah berwarna biru," ungkap Putu.
Putu menuturkan saat ini barang haram tersebut telah dikirim ke laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun Mabes Polri.
"Aturannya gitu dalam proses penyidikan maksimal 2 minggu setelah melakukan penangkapan dibawa ke sana untuk di uji kembali," tutur Putu.
Terima Pengaduan Warga
Putu mengatakan, ihwal penemuan ekstasi menyerupai kartun minions pihaknya banyak menerima telepon dari masyarakat. Khususnya orangtua. Mereka ingin mengetahui lebih jauh tentang ekstasi yang baru pertama kali ditemukan di Depok.
"Ada beberapa yang menanyakan ke kami. Jumlahnya enggak banyak sekitar 30-an oranglah. Itu dari orangtua, guru. Mereka ingin lihat gambarnya, dan ingin tahu aja," ucap Putu.
Putu meminta orangtua tetap waspada, sebab bentuk mirip multi vitamin tak ayal bisa membuat masyarakat terkecoh.
"Dengan maraknya peredaran gelap kami khawatir ini menyebar ke anak-anak. Oleh karena itu orang tau dan guru terus mengingatkan agar anak-anaknya jangan mudah menerima barang pemberian dari orang yang tidak dikenal," ungkap Putu.