indojournal88.blogspot.com Berita Fakta Lugas Terpercaya

Para Calon di Pilgub DKI Menyikapi Duit Operasional Gubernur dan Wagub


Para kandidat di Pilgub DKI Jakarta 2017 berbicara soal dana operasional untuk gubernur dan wakil gubernur. Siapapun dari mereka yang menang di Pilgub nanti, tentulah mereka akan menerima duit operasional itu.

Namun ternyata sikap mereka tak sama dalam menyikapi dana operasional itu. Ada yang ingin mengalokasikannya, memotong nominalnya, hingga mengembalikannya ke negara.

Mereka yang telah berbicara soal dana operasional gubernur dan wakil gubernur ini adalah cagub Agus Harimurti Yudhoyono, cawagub Sylviana Murni, cagub petahana Basuki Tjahaja Purnama, dan cawagub Sandiaga Uno.

Bila dana operasional diukur dengan yang dianggarkan saat ini, ada Rp 2 miliar setiap bulan untuk gubernur DKI yang kini juga menjadi cagub, yakni Ahok. Berikut kata mereka soal dana ini


Agus Harimurti Yudhoyono punya rencana mengurangi dana operasional gubernur. Menurutnya, nominal dana operasional gubernur DKI saat ini terlalu besar.

"Pengurangan dana operasional gubernur hingga 30% dari alokasi saat ini, karena saya nilai angkanya terlalu besar," ungkap Agus dalam pidato politiknya di Djakarta Theater, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (30/10/2016).

Calon wakil gubernur Sylviana Murni sepakat dengan Agus. Mantan Deputi Gubernur DKI ini berjanji akan memotong dana operasional gubernur dan wakil gubernur seandainya terpilih, potongannya akan dikembalikan ke APBD.

"Dana operasional gubernur dan wakil gubernur, kita bersepakat bahwa kita akan memotong dana itu. Dana itu akan kita kembalikan ke APBD," ujar Sylvi saat menghadiri majelis taklim Nurul Iman di Ciracas, Jaktim, Minggu (6/11/2016) lampau.
"Tujuannya untuk dikembalikan ke masyarakat," ujar Sylvi kala itu.


Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Ahok, mengaku memegang dana operasional lebih dari Rp 2 miliar setiap bulannya. Pria yang akrab disapa Ahok ini mengatakan dana tersebut digunakan untuk berbagai hal.

"Dana operasional kita di administrasi. Saya sendiri pegang Rp 2 miliar lebih. Kita pakai ini, buat ini: ada ijazah-ijazah yang nyangkut. Kirim-kirim bunga kawinan, bantuan orang miskin," kata Ahok di Ruang Terbuka Hijau Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RTH RPTRA) Kalijodo, Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (17/12/2016).

Cagub nomor urut 2 ini mengatakan penggunaan dana tersebut dengan cara transfer guna menjaga transparansi anggaran. Karena itulah, tak ada brankas di kantornya.

Namun dana operasional tersebut kadang tidak habis. Dalam hal demikian, Ahok mengatakan mengembalikan sisa dana tersebut ke kas Pemerintah Daerah.

"Makanya kalau akhir tahun ada sisa uang operasional, saya kembalikan ke kas daerah. Jadi enggak sembarangan bagi (ke) teman-teman, enggak bisa itu," ucapnya menegaskan.


Calon wakil gubernur Jakarta Sandiaga Salahudin Uno bertekad untuk mengembalikan dana operasional wagub bila dia dan calon gubernur Anies Baswedan memenangi Pilgub DKI 2017. Sandiaga akan mengembalikan bukan hanya sebagian, melainkan seluruh dana operasionalnya.

"Seratus persen akan kembali ke masyarakat. Seratus persen," kata Sandiaga kepada wartawan di Kelurahan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (18/12/2016).

DIa ingin dana operasional itu dikembalikan saja ke masyarakat, pemilik duit yang sebenarnya. Secara umum, Sandiaga juga mendukung transparansi anggaran, termasuk dana dalam mengelola biaya operasional (BOP) untuk RT/RW.

"Ini kewajiban Pemprov untuk membuka seterang-terangnya, sehingga RT juga punya kewajiban dan beban dana operasional supaya bisa memberikan pelayanan yang lebih ke warga," kata Sandiaga.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment